Mosa Raih 3 Medali – OSN2019

Prestasi kembali dipersembahkan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Provinsi Aceh di tingkat nasional. Kali ini sebanyak enam gelar juara berhasil diraih kontingen Aceh pada Olimpiade Sains Nasional jenjang SMA yang di gelar di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Mereka yang berhasil meraih juara di tingkat nasional masing-masing yaitu, medali Perak Fisika diraih Ilham Darni (SMA Fatih Bilingual School), medali Perunggu Matematika Ahmad Faqih (SMA Fatih Bilingual School), medali Perunggu Informatika Hamlul Khair (SMAN Modal Bangsa Aceh), medali Perunggu Informatika Sulthan Afif (SMAN Modal Bangsa Aceh), medali Perunggu Astronomi Mikhail Gibran (SMAN Modal Bangsa Aceh) dan medali Perunggu Kebumian diraih Mashita (SMA Fatih).

Tentu saja bukan perkara mudah untuk dapat meraih gelar juara di tingkat nasional, karena atlet dari daerah berjuluk bumi Serambi Mekkah ini harus berkompetisi menghadapi 33 provinsi lainnya di Indonesia yang juga ikut berkompetisi pada ajang tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem, Kabid Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syukri, menjemput langsung kepulangan kontingen Aceh, Sabtu (6/7) malam, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraih siswa-siswi yang mewakili Provinsi Aceh pada Olimpiade Sains Nasional jenjang SMA merupakan suatu yang spektakuler. “Alhamdulillah sesuai dengan apa yang kita inginkan, mereka anak-anak kita berhasil meraih enam penghargaan di tingkat nasional. Walaupun belum mendapat emas, tetapi saya yakin apabila kita terus melakukan pembinaan maka kedepan mereka akan mampu meraih emas,” ujar Kadisdik Aceh. Menurutnya, peluang meraih prestasi pada event berikutnya sangat diyakini. Hal ini dilihat dari usia dan peserta didik tersebut masih duduk di kelas X, artinya masih ada peluang bagi mereka untuk meraih prestasi. Sebab, mereka sudah memiliki pengalaman pada tahun ini. “Tinggal bagaimana memperdalam. Insyaallah, Aceh kalau semua kita mendukung, termasuk masyarakat, maka cita-cita anak-naka kita akan terwujud,” katanya.

Masih kata Kadisdik Aceh, melalui prestasi yang diraih ini, setidaknya sudah mengantarkan mereka untuk menuju Perguruan Tinggi. Sebab, dengan selembar sertifikat penghargaan prestasi, apalagi ini bidang akademik tingkat nasional, menjadi kunci bagi mereka. Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh, kata Kadisdik Aceh, pada setiap bidang yang dilombakan atau yang diapresiasikan, selalu memberikan penghargaan dalam bentuk Tropi, uang pembinaan. “Untuk anak-anak kita yang berhasil meraih penghargaan di tingkat Nasional dan Internasional juara I, II dan III, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh akan memberikan penghargaan pada momentum hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) setiap tanggal 2 September,” katanya lagi.

Salinan ini telah tayang di http://www.ajnn.net/news/wakili-aceh-ke-tingkat-nasional-siswa-sma-rebut-enam-gelar-juara/index.html.

Pendamping OSN Sri Wahyuni, S.Si., menambahkan, alhamdulillah atas anugerah yg Allah berikan utk aceh pada OSN 2019 Manado. Perolehan 6 medali utk aceh :
– perak bid fisika, ilham darni (Fatih putra)
– perunggu bid matematika, faqih (Fatih putra)
– perunggu bid komputer, M. Hamlul Khair (Mosa)
– perunggu bid komputer, Sulthan Afif (Mosa)
– perunggu bid astronomi, M. Mikhail (Mosa)
– perunggu bid kebumian, Masyitah (Fatih putri).
Terima kasih utk semua pihak yg telah mendukung kesuksesan OSN 2019 Manado. Pimpinan dan guru2 SMAN modal bangsa serta seluruh keluarga besar MOSA, staff Tata Usaha, dan asrama. Teristimewa utk rekan2 pembina dan utk yg tersayang dan tercinta alumni Olimp MOSA, mosaist olimp, zafir, wafi, iqbal atas pengorbanan waktu dan ilmunya utk almamater tercinta. Dan terima kasih utk yg laen yg tdk dapt tersebut satu persatu. Semoga OSN 2020 bs mempersembahkn medali emas. Terima kasih utk dinas pendidikan atas perubahan pembinaan daerah, semoga kedepan lbh baik lg.