MOSA Award: Sekeping Perjalanan Aneuk Nanggroe

Kemeriahan Anjong Mon Mata, Banda Aceh pada 26 Juli 2011 telah tampak sejak sore. Deretan papan bunga menghiasi di sekitar lokasi. Hari itu berlangsung acara MOSA Award 2011 yang diadakan oleh Keluarga Alumni SMA Modal Bangsa atau yang lebih dikenal dengan KAMIMOSA. Acara Mosa Award 2011 sekaligus menjadi acara puncak dari rangkaian kegiatan alumni yang sudah terselenggara sejak 23 Jui 2011.

Lepas isya, acara MOSA Award dimulai. Terlihat aula sudah dipenuhi dengan para undangan yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Aceh, Kepala Sekoah SMA Modal Bangsa dan guru, Komite Sekolah, para tokoh penggagas Modal Bangsa, dan ratusan alumni yang tercatat sudah 15 angkatan. Dalam balutan batik, aura kekeluarga sudah terasa karena Mosa Award menjadi malam silaturahim yang paling ditunggu oleh keluarga besar Modal bangsa.

Sejak didirikan pada tahun 1994, SMA Modal Bangsa dirancang menjadi SMA unggulan bagi anak-anak Aceh. Dengan konsep boarding school, MOSA yang telah menempati kampus Lampeuneurut dan kini di Kuta Baro Aceh Besar, tercatat sebagai salah satu sekolah favorit di provinsi Aceh. Maka malam Mosa Award 2011 kali ini menjadi saat yang tepat untuk kilas balik perjalanan SMA Modal Bangsa yang telah meluluskan 15 angkatan (1997-2011).

Dukungan antar alumni tercermin dalam kata-kata sambutan Rais Al-Abqary selaku Ketua Panitia bahwa bakti kamimosa 2011 terselenggara dengan kegiatan antara lain:

- Bakti sosial kesehatan di 4 desa sekitar kampus Mosa (23 Juli 2011)

- Pelatihan IT untuk 200 siswa SMP di sekitar kampus MOSA (23-24 Juli 2011)

- Talkshow SMA Modal Bangsa; dulu, sekarang dan akan datang (24 Juli 2011)

- Lomba Futsal antar angkatan (24 Jui 2011)

- Musyawarah KAMIMOSA dan pemilihan ketua umum periode 2011-2013 (25 Juli 2011)

- MOSA Award (26 Juli 2011)

Mewakili pengurus Kamimosa 2011-2013, Hijrah Saputra, ST menyampaikan bahwa Kamimosa akan tetap berusaha mewujudkan kontribusi alumni seoptimal mungkin sesuai dengan doa dan harapan yang tertabal di nama sekolah, Modal Bangsa, Modalnya Bangsa Aceh.

Selanjutnya adalah sambutan dari Kepala Sekolah SMU Modal Bangsa Drs. Yusnaidi. Inti sambutan beliau menegaskan alumni mosa berjumlah 1450an sudah tersebar di 5 benua dan berlatar belakang profesi yang beragam, mengisi sector pemerintah, akademisi dan swasta. Ini semua berkat kerja sama dari berbagai pihak. Sambutan terakhir oleh perwakilan Gubernur Aceh yang diwakili oleh Ir. Chairuwas, Kepala Biro Pembangunan Setda Aceh, mengucapkan selamat atas keberhasilan alumnus MOSA dan mendukung agar kiprah ini terus beranjut di masa mendatang. Investasi pendidikan yang baik akan dituai dengan majunya masyarakat Aceh yang bisa dipelopori oleh alumni Modal Bangsa. Tak lupa pula beliau turut membuka acara MOSA Award secara resmi dengan peh rapai.

Suasana semakin semarak saat MC membacakan award. Aplause yang tidak henti-hentinya mengalir kepada para penerima award. Adapun award yang dipersembahkan panitia antara lain:

- para tokoh penggagas SMA Modal Bangsa, seperti Bapak Syamsuddin Mahmud, Bapak Athaillah Abu lam U, Bapak Ibrahim Kaoy, Bapak Mahyuddin Hasyim.

- Kepala Sekolah dan Komite Sekolah

- Dewan Guru yang telah mengabdi di MOSA dan telah mendapat promosi tugas di institusi yang lain

- Dewan guru dengan masa bakti 15, 10 dan 5 tahun

- Alumni MOSA dengan kategori peraih doctor pertama (Dr. Azma Putra), pilot pertama (Aksa Aulia) dan national public figure (dr. Teuku Adi Fitrian/Tompi)

Tim Saman Modal Bangsa turut memeriahkan acara. Atraksi yang menghentak dan kostum yang apik semakin menegaskan bahwa kehidupan di SMA Modal Bangsa menekankan kesimbangan aktivitas belajar dan penguasaan seni budaya.

Kehadiran Tompi sebagai alumni angkatan 1 MOSA menjadikan suasana aula semakin hangat. Hadir secara khusus untuk Mosa Award, Tompi menuturkan bahwa tampil di depan audience yang sudah ia kenal seperti para guru dan teman-teman adalah suatu kehormatan sekaligus hal yang susah buatnya. Namun, jam terbang Tompi sebagai seorang performer mampu mengatasi hal tersebut. Dua lantunan lagu Tak Bisa Setengah Hati dan Menghujam Jantungku turut dinyanyikan bersama oleh hadirin. Di sela-sela lagu, Tompi juga menuturkan beberapa kisahnya selama bersekolah di Modal Bangsa.

Tepat pukul 12 malam, acarapun MOSA Award 2011 usai dan menutup rangkaian Bakti Kamimosa. Sesudah acara ditutup dengan bersalam-salaman dan foto bersama. (FM)

Sumber : http://regional.kompasiana.com/2011/07/30/mosa-award-sekeping-perjalanan-aneuk-nanggroe-384933.html

Tinggalkan Balasan