<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Festival Literasi Aceh &#8211; SMAN Modal Bangsa Aceh</title>
	<atom:link href="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/tag/festival-literasi-aceh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id</link>
	<description>Sekolah Unggul Berasrama, SMA Favorit di Aceh</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2026 03:55:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-cropped-cropped-Screenshot_2025-04-29_173107-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Festival Literasi Aceh &#8211; SMAN Modal Bangsa Aceh</title>
	<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alqia Afra Humaira, Juara 1 Cipta Puisi Festival Literasi Aceh</title>
		<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/alqia-afra-humaira-juara-1-cipta-puisi-festival-literasi-aceh/</link>
					<comments>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/alqia-afra-humaira-juara-1-cipta-puisi-festival-literasi-aceh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 03:55:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Alqia Afra Humaira]]></category>
		<category><![CDATA[Cipta Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Literasi Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN Modal Bangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sman-modalbangsa.sch.id/alqia-afra-humaira-juara-1-cipta-puisi-festival-literasi-aceh/</guid>

					<description><![CDATA[Di antara ribuan karya sastra yang dipresentasikan di Festival Literasi Aceh #1, ada satu suara yang berhasil membuat dewan juri berhenti menatap. Suaranya tidak lantang, melainkan tenang. Namanya Alqia Afra Humaira, siswa SMAN Modal Bangsa, dan yang ia bawakan bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah puisi yang berhasil menembus babak finalis terbaik hingga menyabet predikat Juara 1 Cabang Cipta Puisi (Cipta Puisi). Penghargaan ini diraih pada 3 Oktober 2026 di Gedung Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, dalam rangka penyelenggaraan Festival Literasi Aceh edisi pertama. Alqia menjadi satu-satunya perwakilan dari SMAN Modal Bangsa yang berhasil membawa pulang gelar tertinggi di cabang cipta puisi. Saat Kata-Kata Berbicara Lebih Tegas dari Suara Cipta puisi adalah salah satu cabang paling berat di festival literasi. Peserta tidak cukup hanya membaca, mereka harus menulis puisinya sendiri, membawakan dengan penghayatan, dan mampu menjelaskan alasan di balik pilihan kata dan struktur yang mereka bangun. Dewan juri menilai tiga hal sekaligus: kekuatan bahasa, kedalaman makna, dan kemampuan pembawaan di panggung. Bagi Alqia, proses menuju panggung itu bukan hal yang ringan. Di balik satu juara, ada banyak naskah yang ditulis ulang, banyak baris yang dihapus, dan banyak malam yang dihabiskan hanya untuk mencari satu kata yang pas. Puisi bukan sesuatu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di antara ribuan karya sastra yang dipresentasikan di <strong>Festival Literasi Aceh #1</strong>, ada satu suara yang berhasil membuat dewan juri berhenti menatap. Suaranya tidak lantang, melainkan tenang. Namanya <strong>Alqia Afra Humaira</strong>, siswa SMAN Modal Bangsa, dan yang ia bawakan bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah puisi yang berhasil menembus babak finalis terbaik hingga menyabet predikat <strong>Juara 1 Cabang Cipta Puisi (Cipta Puisi)</strong>.</p>
<p>Penghargaan ini diraih pada <strong>3 Oktober 2026</strong> di Gedung Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, dalam rangka penyelenggaraan Festival Literasi Aceh edisi pertama. Alqia menjadi satu-satunya perwakilan dari SMAN Modal Bangsa yang berhasil membawa pulang gelar tertinggi di cabang cipta puisi.</p>
<h2>Saat Kata-Kata Berbicara Lebih Tegas dari Suara</h2>
<p>Cipta puisi adalah salah satu cabang paling berat di festival literasi. Peserta tidak cukup hanya membaca, mereka harus menulis puisinya sendiri, membawakan dengan penghayatan, dan mampu menjelaskan alasan di balik pilihan kata dan struktur yang mereka bangun. Dewan juri menilai tiga hal sekaligus: kekuatan bahasa, kedalaman makna, dan kemampuan pembawaan di panggung.</p>
<p>Bagi Alqia, proses menuju panggung itu bukan hal yang ringan. Di balik satu juara, ada banyak naskah yang ditulis ulang, banyak baris yang dihapus, dan banyak malam yang dihabiskan hanya untuk mencari satu kata yang pas. Puisi bukan sesuatu yang bisa dikejar. Ia datang saat seseorang benar-benar diam dan mendengarkan. Dan di situlah Alqia bekerja: ia membiarkan puisinya tumbuh, bukan dipaksakan.</p>
<p>Kemampuan menulis seperti ini jarang terlihat di kelas. Sering kali, siswa pandai menjawab soal, tetapi masih kesulitan merangkai satu paragraf yang utuh, apalagi sebuah puisi yang bisa berdiri sendiri. Di sinilah letak prestise Alqia: ia membuktikan bahwa literasi di SMAN Modal Bangsa tidak berhenti di ruang belajar. Ia hidup, tumbuh, dan akhirnya bisa dipresentasikan di tingkat provinsi.</p>
<h2>Perjalanan dari Kelas ke Pendopo Gubernur</h2>
<p>Festival Literasi Aceh #1 bukan kompetisi kecil. Ia adalah penyelenggaraan pertama di tingkat provinsi, yang artinya seluruh peserta datang dari berbagai sekolah se-Aceh dengan persiapan dan kualitas karya yang beragam. Membawa nama satu sekolah ke panggung sebesar ini butuh kepercayaan yang tidak datang dengan sendirinya.</p>
<p>Alqia mewakili SMAN Modal Bangsa di tengah persaingan yang ketat. Ia melewati seleksi di tingkat sekolah, kemudian mewakili Aceh di panggung provinsi yang lebih besar. Setiap tahap mengharuskan dia memperdalam karyanya, memperbagi presentasi, dan tetap menjaga konsistensi di tengah jadwal sekolah yang padat. Perhitungan yang ia kerjakan tidak hanya soal bakat, tetapi juga kedisiplinan dalam mengelola waktu antara tugas akademik dan proses berkarya.</p>
<p>Ini bukan kali pertama SMAN Modal Bangsa mengukir prestasi di bidang seni dan literasi. Namun capaian Alqia di festival edisi perdana ini memiliki makna khusus: ia menjadi salah satu nama pertama yang tercatat sebagai juara di panggung besar yang baru dibangun. Nama yang tercatat di awal sebuah tradisi biasanya bertahan lama.</p>
<h2>Apresiasi Kepala Sekolah</h2>
<p>Kepala SMAN Modal Bangsa, <strong>Dr. Sofyan, M.Pd.</strong>, menyampaikan apresiasinya atas raihan Alqia:</p>
<blockquote>
<p>&#8220;Kami bangga dengan pencapaian Alqia. Juara 1 Cipta Puisi di Festival Literasi Aceh adalah bukti bahwa pembinaan sastra di sekolah berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan karya yang bisa bersaing di tingkat provinsi. Alqia adalah teladan bahwa literasi bukan sekadar membaca, melainkan juga berkarya dan menyampaikan pesan melalui kata-kata. Semoga prestasi ini menginspirasi siswa lain untuk berani menulis dan tampil.&#8221;</p>
</blockquote>
<p>Lebih dari sekadar gelar, Dr. Sofyan menekankan bahwa kemenangan Alqia adalah kemenangan untuk budaya membaca dan menulis di Aceh secara lebih luas. Ia berharap siswa-siswa sekolah tidak berhenti pada pencapaian ini, melainkan terus mengasah kemampuan menulis agar bisa berprestasi di tingkat nasional.</p>
<h2>Pesan untuk Generasi Penuh Kata</h2>
<p>Prestasi Alqia membawa pesan penting untuk seluruh siswa SMAN Modal Bangsa: suara mereka bisa lebih keras jika mereka mau melatih diri untuk menulis. Setiap kata yang dipilih dengan jujur dan berani akan punya tempat di telinga pendengar, bahkan di panggung sekelas Pendopo Gubernur.</p>
<p>Festival Literasi Aceh #1 membuka pintu. Nama Alqia tercatat di salah satu yang pertama. Untuk siswa-siswi yang masih ragu atau merasa kata-katanya belum cukup, inilah buktinya: di antara ribuan karya, satu yang paling jujur dan paling berani akan selalu punya tempat di hati juri.</p>
<p>Untuk Alqia Afra Humaira: terima kasih sudah membuat kata-kata berbicara lebih keras dari keraguan. Semoga gelar Juara 1 ini menjadi awal dari panjangnya karya dan prestasi yang akan datang.</p>
<p><em>Sekolah Para Juara. Cerdas dan Berakhlak. Raising Excellence.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/alqia-afra-humaira-juara-1-cipta-puisi-festival-literasi-aceh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
