<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fotografi &#8211; SMAN Modal Bangsa Aceh</title>
	<atom:link href="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/tag/fotografi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id</link>
	<description>Sekolah Unggul Berasrama, SMA Favorit di Aceh</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2026 03:18:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-cropped-cropped-Screenshot_2025-04-29_173107-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Fotografi &#8211; SMAN Modal Bangsa Aceh</title>
	<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arjuna Aditya, Juara Harapan 1 Fotografi FLSN Tingkat Nasional</title>
		<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/arjuna-aditya-juara-harapan-1-fotografi-flsn-tingkat-nasional/</link>
					<comments>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/arjuna-aditya-juara-harapan-1-fotografi-flsn-tingkat-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 03:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Arjuna Aditya]]></category>
		<category><![CDATA[FLSN]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN Modal Bangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sman-modalbangsa.sch.id/arjuna-aditya-juara-harapan-1-fotografi-flsn-tingkat-nasional/</guid>

					<description><![CDATA[Bertanding di kancah nasional itu bukan soal satu medali. Ada satu detail kecil yang sering membedakan orang biasa dari juara: kemampuan menenangkan diri ketika tahu bahwa ribuan calon pemenang dari seluruh Indonesia sedang menilai karya yang sama. Arjuna Aditya, siswa SMAN Modal Bangsa, membuktikan bahwa ia punya kemampuan itu. Baru-baru ini, dalam gelaran Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLSN) tingkat Nasional 2026, Arjuna berhasil meraih predikat Juara Harapan 1 pada cabang Fotografi. Di antara ratusan karya foto yang menyita perhatian dewan juri, karyanya berhasil menembus babak finalis terbaik dan berdiri di peringkat tertinggi di bawah tiga juara utama. Saat Lensa Bicara Lebih Jujur dari Kata Cabang fotografi di FLSN punya karakter yang jarang disadari oleh penonton luar. Yang turun ke gelanggang bukanlah fotografer profesional dengan gear jutaan rupiah, melainkan siswa SMA/MA dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka memotret dengan kamera yang mungkin masih pinjam dari orang tua, mengedit dengan laptop seadanya, lalu mengadu hasilnya dengan ribuan sebaya dari daerah lain. Yang dinilai bukanlah harga lensa. Yang dinilai adalah cara mereka melihat: bagaimana komposisi dibangun, bagaimana cahaya dikejar, dan paling penting, apa cerita di balik satu bingkai yang mereka pilih. Fotografi di tingkat siswa menuntut lebih dari sekadar menekan rana. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bertanding di kancah nasional itu bukan soal satu medali. Ada satu detail kecil yang sering membedakan orang biasa dari juara: kemampuan menenangkan diri ketika tahu bahwa ribuan calon pemenang dari seluruh Indonesia sedang menilai karya yang sama. Arjuna Aditya, siswa SMAN Modal Bangsa, membuktikan bahwa ia punya kemampuan itu.</p>
<p>Baru-baru ini, dalam gelaran <strong>Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLSN) tingkat Nasional 2026</strong>, Arjuna berhasil meraih predikat <strong>Juara Harapan 1 pada cabang Fotografi</strong>. Di antara ratusan karya foto yang menyita perhatian dewan juri, karyanya berhasil menembus babak finalis terbaik dan berdiri di peringkat tertinggi di bawah tiga juara utama.</p>
<h2>Saat Lensa Bicara Lebih Jujur dari Kata</h2>
<p>Cabang fotografi di FLSN punya karakter yang jarang disadari oleh penonton luar. Yang turun ke gelanggang bukanlah fotografer profesional dengan gear jutaan rupiah, melainkan siswa SMA/MA dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka memotret dengan kamera yang mungkin masih pinjam dari orang tua, mengedit dengan laptop seadanya, lalu mengadu hasilnya dengan ribuan sebaya dari daerah lain.</p>
<p>Yang dinilai bukanlah harga lensa. Yang dinilai adalah cara mereka melihat: bagaimana komposisi dibangun, bagaimana cahaya dikejar, dan paling penting, apa cerita di balik satu bingkai yang mereka pilih. Fotografi di tingkat siswa menuntut lebih dari sekadar menekan rana. Ia menuntut kepekaan, kesabaran menunggu momen, dan keberanian memilih sudut pandang yang berbeda dari kerumunan.</p>
<p>Bagi Arjuna, posisi ini bukan sesuatu yang baru. Sejak duduk di bangku sekolah, ia rutin menghabiskan waktu luangnya untuk mempelajari dan memotret. Ia tidak datang ke FLSN sebagai pemain dadakan. Ada proses panjang: banyak potret yang diuji-coba, banyak kali menghapus hasil yang tidak memuaskan, dan banyak sore yang dihabiskan hanya untuk memotret sudut-sudut kecil yang orang lain lewatkan. Konsistensi pelan-pelan itulah yang akhirnya mengantarkannya ke panggung nasional.</p>
<h2>Perjalanan dari Sekolah ke Panggung Nasional</h2>
<p>Perjalanan seorang siswa ke FLSN tingkat nasional tidak ditempuh dalam satu hari. Ia melewati seleksi berjenjang yang ketat: dari tingkat satuan pendidikan, lalu tingkat kabupaten/kota, kemudian tingkat provinsi, dan akhirnya tingkat nasional. Setiap jenjang punya ambang yang harus dilampaui, dan di setiap tingkatan, pesaingnya berubah menjadi lebih kuat dan lebih beragam.</p>
<p>Arjuna melewati semua tahapan itu. Nama yang mungkin hanya dikenal oleh teman sekelasnya di awal tahun, akhirnya berdiri di panggung tertinggi kompetisi seni dan sastra siswa se-Indonesia. Perjalanan ini membuktikan satu hal: bakat di dalam dinding kelas sekolah punya kemampuan untuk menembus batas geografis. Ia bisa melampaui kota, provinsi, dan bahkan panggung nasional.</p>
<p>Prestasi ini pun bukan hal baru bagi SMAN Modal Bangsa. Sekolah yang membawa tagline &#8220;Sekolah Para Juara&#8221; itu punya tradisi panjang dalam membawa siswanya berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional, baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni. Namun capaian Arjuna di FLSN 2026 menegaskan kembali satu pesan yang penting: potensi siswa di sekolah ini tidak berhenti di meja ujian dan papan nilai. Ia bisa tumbuh menjadi karya yang dipajang dan dinilai di level tertinggi.</p>
<h2>Apresiasi Kepala Sekolah</h2>
<p>Kepala SMAN Modal Bangsa, <strong>Dr. Sofyan, M.Pd.</strong>, menyampaikan apresiasinya langsung atas raihan Arjuna.</p>
<blockquote>
<p>&#8220;Kami sangat bangga. Arjuna membuktikan bahwa dengan kedisiplinan dan kerja keras yang konsisten, siswa SMAN Modal Bangsa mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Gelar Juara Harapan 1 Fotografi FLSN 2026 adalah bukti nyata bahwa pembinaan bakat dan minat di sekolah berjalan beriringan dengan prestasi akademik. Semangatnya harus menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya.&#8221;</p>
</blockquote>
<p>Lebih jauh, Dr. Sofyan menegaskan komitmen sekolah untuk terus membina bibit-bibit prestasi di berbagai bidang, bukan hanya di jalur akademik semata. Ia juga mengajak seluruh siswa menjadikan prestasi Arjuna sebagai pemicu semangat: jika satu siswa mampu membawa nama sekolah hingga ke panggung nasional, maka siswa yang lain pun punya kesempatan yang sama besar untuk melakukannya.</p>
<h2>Harapan untuk Siswa Lainnya</h2>
<p>Prestasi ini menjadi isyarat penting bagi seluruh warga SMAN Modal Bangsa: ruang untuk tampil di panggung-panggung besar masih sangat luas, baik di bidang seni, sastra, maupun sains. FLSN sendiri menjadi salah satu pintu masuk paling natural bagi siswa yang memiliki bakat di bidang seni dan sastra untuk membuktikan diri di tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>Untuk Arjuna Aditya: terima kasih sudah membawa nama sekolah sampai ke tingkat nasional. Semoga gelar Juara Harapan 1 ini menjadi langkah awal dari rentetan prestasi yang panjang, bukan akhir dari perjalanannya.</p>
<p><em>Sekolah Para Juara. Cerdas dan Berakhlak. Raising Excellence.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/arjuna-aditya-juara-harapan-1-fotografi-flsn-tingkat-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Medali Perak Fotografi FeLSI, Selamat untuk Valdi</title>
		<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/medali-perak-fotografi-felsi-selamat-untuk-valdi/</link>
					<comments>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/medali-perak-fotografi-felsi-selamat-untuk-valdi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[FD]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 12:41:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[FeLSI]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sman-modalbangsa.sch.id/?p=9315</guid>

					<description><![CDATA[Medali Perak Fotografi Felsi (Festival Literasi Siswa Indonesia) tingkat Nasional dipersembahkankan oleh Sulthan Valdi, siswa kelas XI SMAN Modal Bangsa, Ketua Pubdok OSIS. Valdi melalui guru pembimbing, ibu Yassi menyampaikan ucapan terima kasih untuk dukungan sekolah, orang tua, guru, pembimbing dan seluruh kru ynag terlibat. Alhamdulillah. Great job Valdi!]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Medali Perak Fotografi Felsi (Festival Literasi Siswa Indonesia) tingkat Nasional dipersembahkankan oleh Sulthan Valdi, siswa kelas XI SMAN Modal Bangsa, Ketua Pubdok OSIS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Valdi melalui guru pembimbing, ibu Yassi menyampaikan ucapan terima kasih untuk dukungan sekolah, orang tua, guru, pembimbing dan seluruh kru ynag terlibat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhamdulillah. Great job Valdi!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/medali-perak-fotografi-felsi-selamat-untuk-valdi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sulthan Valdi Tembus Final Fotografi FeLSI</title>
		<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/sulthan-valdi-tembus-final-fotografi-felsi/</link>
					<comments>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/sulthan-valdi-tembus-final-fotografi-felsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[FD]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2022 07:30:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[FeLSI2022]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Stop motion story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sman-modalbangsa.sch.id/?p=9114</guid>

					<description><![CDATA[Valdi, yang bernama lengkap Sulthan Valdi berhasil menembus final Festival Literasi Siswa Indonesia (FeLSI) pada kategori Fotografi. Sebelumnya, Atiqah Yumna juga mencatatkan prestasi yang sama pada kategori berbeda (Article Features). &#8220;Adalah suatu kebanggaan bagi saya dapat lolos sebagai salah satu finalis lomba Fotografi Nasional FeLSI tahun 2022 ini,&#8221; ujar Valdi yang kini duduk di kelas XI SMAN Modal Bangsa. Yassi, guru pembimbing Valdi menjelaskan, tema dari Fotografi FeLSI tahun ini yaitu &#8220;Bangkit Perkasa Melalui Kolaborasi dan Literasi.&#8221; &#8220;Jadi karya foto yang diperlombakan itu berbeda dari fotografi umumnya, yang hanya mengirimkan sebuah foto kemudian dinilai. Disini siswa dituntut untuk dapat berkarya melalui sekumpulan foto yang kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita,&#8221; jelas Yassi. Valdi menambahkan, &#8220;kami ditantang untuk membuat karya foto kami dengan Stop Motion Story, mungkin kata tersebut masih asing bagi sebagian orang. Fotografi dengan Stop Motion story pengambilan gambarnya dilakukan secara frame by frame untuk membuat objek statis menjadi dinamis dan membangun suatu narasi pesan atau cerita,&#8221; tambah ketua Sie. Pubdok OSIS Mosa ini. Selain ibu Yassi, Valdi dalam membuat karyanya juga dibimbing oleh bapak Asrinaldi, S.Ds., M.Sn, Dosen ISBI Aceh. Mengambil lokasi di Hutan Kota Banda Aceh, Valdi melibatkan 3 orang talent dalam foto-fotonya, yaitu seorang guru dan 2 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Valdi, yang bernama lengkap Sulthan Valdi berhasil menembus final Festival Literasi Siswa Indonesia (FeLSI) pada kategori Fotografi. Sebelumnya, Atiqah Yumna juga mencatatkan prestasi yang sama pada kategori berbeda (Article Features).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/20221020_141159_0000-1024x1024.png" alt="" class="wp-image-9115"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><br> &#8220;Adalah suatu kebanggaan bagi saya dapat lolos sebagai salah satu finalis lomba Fotografi Nasional FeLSI tahun 2022 ini,&#8221; ujar Valdi yang kini duduk di kelas XI SMAN Modal Bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yassi, guru pembimbing Valdi menjelaskan, tema dari Fotografi FeLSI tahun ini yaitu &#8220;Bangkit Perkasa Melalui Kolaborasi dan Literasi.&#8221; <br> &#8220;Jadi karya foto yang diperlombakan itu berbeda dari fotografi umumnya, yang hanya mengirimkan sebuah foto kemudian dinilai. Disini siswa dituntut untuk dapat berkarya melalui sekumpulan foto yang kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita,&#8221; jelas Yassi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Valdi menambahkan, &#8220;kami ditantang untuk membuat karya foto kami dengan Stop Motion Story, mungkin kata tersebut masih asing bagi sebagian orang. Fotografi dengan Stop Motion story pengambilan gambarnya dilakukan secara frame by frame untuk membuat objek statis menjadi dinamis dan membangun suatu narasi pesan atau cerita,&#8221; tambah ketua Sie. Pubdok OSIS Mosa ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0011-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-9116" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0011-1024x768.jpg 1024w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0011-300x225.jpg 300w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0011-768x576.jpg 768w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0011-600x450.jpg 600w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0011-160x120.jpg 160w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0011-90x67.jpg 90w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0011.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Valdi bersama pembimbing Fotografi, bapak Asrinaldi</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ibu Yassi, Valdi dalam membuat karyanya juga dibimbing oleh bapak Asrinaldi, S.Ds., M.Sn, Dosen ISBI Aceh. Mengambil lokasi di Hutan Kota Banda Aceh, Valdi melibatkan 3 orang talent dalam foto-fotonya, yaitu seorang guru dan 2 siswa SD. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="765" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0009-1024x765.jpg" alt="" class="wp-image-9117" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0009-1024x765.jpg 1024w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0009-300x224.jpg 300w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0009-768x574.jpg 768w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0009-1536x1148.jpg 1536w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0009-160x120.jpg 160w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0009-90x67.jpg 90w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221018-WA0009.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Persiapan tempat dan model di Hutan Kota Banda Aceh</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya meminta kesediaan ibu Dewi Artika Sari sebagai model di foto itu bersama 2 orang pelajar SD setempat,&#8221; Ujar Valdi yang pada tahun 2021 menjuarai Paskib Variasi bersama teman-temannya di Perkemahan Penggalang Penegak.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="822" height="822" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205740.jpg" alt="" class="wp-image-9118" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205740.jpg 822w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205740-150x150.jpg 150w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205740-300x300.jpg 300w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205740-768x768.jpg 768w" sizes="(max-width: 822px) 100vw, 822px" /><figcaption>Cuplikan stop motion story fotografi karya Valdi, Ibu guru diperankan Guru Seni Mosa, Dewi Artika</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Stop motion story karya Valdi dibuka dengan pesan &#8220;Bersama membenahi negeri, mulai dari langkah kecil.&#8221; Pada foto pertama terlihat dua pelajar SD sedang berbincang di depan beberapa sampah kantong plastik dan di kejauhan nampak ibu guru mereka berjalan mendekati. Selanjutnya sang guru membimbing mereka untuk mengutip dan berjalan bersama ke arah tempat sampah untuk membuangnya sesuai klasifikasi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="876" height="875" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142641.jpg" alt="" class="wp-image-9120" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142641.jpg 876w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142641-150x150.jpg 150w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142641-300x300.jpg 300w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142641-768x767.jpg 768w" sizes="(max-width: 876px) 100vw, 876px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="809" height="809" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205828.jpg" alt="" class="wp-image-9119" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205828.jpg 809w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205828-150x150.jpg 150w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205828-300x300.jpg 300w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221019_205828-768x768.jpg 768w" sizes="(max-width: 809px) 100vw, 809px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Di akhir narasi, Valdi berpesan, &#8220;menjaga kebersihan dimulai dari diri kita sendiri, tentu banyak orang melihat dan meniru, maka kita pun akan mendapatkan manfaatnya. Oleh karena itu mari kita ajarkan sedini mungkin kepada kepada anak-anak tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan.&#8221;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142804-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9121" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142804-1024x1024.jpg 1024w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142804-150x150.jpg 150w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142804-300x300.jpg 300w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142804-768x768.jpg 768w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221020_142804.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="BERSAMA MEMBENAHI NEGERI MULAI DARI LANGKAH KECIL" width="840" height="630" src="https://www.youtube.com/embed/IjgKQfHM9Zo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><br> &#8220;Alhamdulillah karya kami keluar sebagai salah satu Finalis di tingkat Nasional. Terimakasih kepada pelatih, pak Asrinaldi dan pembina Ibu Yassi, bapak/ibu guru, staf Mosa, saya juga memohon doa restu bapak/ibu semua agar dapat tampil maksimal pada tingkat Nasional,&#8221; tutup Valdi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/sulthan-valdi-tembus-final-fotografi-felsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
