<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pertukaran Pelajar &#8211; SMAN Modal Bangsa Aceh</title>
	<atom:link href="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/tag/pertukaran-pelajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id</link>
	<description>Sekolah Unggul Berasrama, SMA Favorit di Aceh</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Nov 2022 13:17:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-cropped-cropped-Screenshot_2025-04-29_173107-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Pertukaran Pelajar &#8211; SMAN Modal Bangsa Aceh</title>
	<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alifya Zhafira Raih Special Prize pada Japanese Speech Contest</title>
		<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/alifya-zhafira-raih-special-prize-pada-japanese-speech-contest/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[FD]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2022 13:17:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Alifya Zhafira]]></category>
		<category><![CDATA[Japanese Speech Contest]]></category>
		<category><![CDATA[Pertukaran Pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sman-modalbangsa.sch.id/?p=9399</guid>

					<description><![CDATA[Peserta pertukaran pelajar dari SMAN Modal Bangsa ke Jepang, Alifya Zhafira meraih penghargaan spesial pada event Japanese Speech Contest yang diselenggarakan oleh Sapporo Internasional University di Sapporo, Hokkaido, Jepang. Menurut Alifya, perlombaan ini berlangsung pada 23 November 2022 dan diikuti oleh seluruh pelajar internasional di Hokkaido, baik dari jenjang SMA maupun Universitas. &#8220;Pada pidato bahasa Jepang ini, saya memilih materi &#8220;私の髪はどこ?&#8221; atau jika diterjemahkan &#8220;Kemanakah Rambut Saya?&#8221; ujar Alifya yang tercatat sebagai pelajar di sekolah Sapporo Nihon University Senior High School. &#8220;Cerita ini terinspirasi dari kejadian nyata yang saya alami, saat itu saya menjadi volunteer pada kegiatan day care dan mendapati anak anak-anak pada kegiatan itu terus menatap saya hingga bertanya &#8220;kemanakah rambutmu? apakah kamu botak?&#8221; tanya anak-anak itu yang kemudian membuat saya tertawa,&#8221; sambung Alifya, putri dari M. Saladin dan Nur Devita Sari. &#8220;Materi ini saya angkat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Jepang mengenai hijab yang dikenakan oleh para muslimah, tentu dengan penuh komedi untuk menarik perhatian. Alhamdulillah cerita tersebut berhasil tersampaikan dan mendapat Special Prize dari para dewan juri,&#8221; tutup Alifya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><div>Peserta pertukaran pelajar dari SMAN Modal Bangsa ke Jepang, Alifya Zhafira meraih penghargaan spesial pada event <em>Japanese Speech Contest </em>yang diselenggarakan oleh Sapporo Internasional University di Sapporo, Hokkaido, Jepang.</div></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0024-768x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9401" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0024-768x1024.jpg 768w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0024-225x300.jpg 225w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0024-300x400.jpg 300w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0024-110x147.jpg 110w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0024.jpg 960w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption>Alifya Zhafira meraih Special Prize <br>Japanese Speech Contest </figcaption></figure></div>



<p><div>Menurut Alifya, perlombaan ini berlangsung pada 23 November 2022 dan diikuti oleh seluruh pelajar internasional di Hokkaido, baik dari jenjang SMA maupun Universitas. </div></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="767" height="1024" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0029-767x1024.jpg" alt="" class="wp-image-9402" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0029-767x1024.jpg 767w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0029-225x300.jpg 225w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0029-768x1025.jpg 768w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0029-300x400.jpg 300w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0029-110x147.jpg 110w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221125-WA0029.jpg 959w" sizes="(max-width: 767px) 100vw, 767px" /><figcaption>Alifya bersama para pelajar Internasional di <br>Sapporo International University</figcaption></figure></div>



<p><div>&#8220;Pada pidato bahasa Jepang ini, saya memilih materi &#8220;私の髪はどこ?&#8221; atau jika diterjemahkan &#8220;Kemanakah Rambut Saya?&#8221; ujar Alifya yang tercatat sebagai pelajar di sekolah Sapporo Nihon University Senior High School.</div></p>



<p><div>&#8220;Cerita ini terinspirasi dari kejadian nyata yang saya alami, saat itu saya menjadi volunteer pada kegiatan day care dan mendapati anak anak-anak pada kegiatan itu terus menatap saya hingga bertanya &#8220;kemanakah rambutmu? apakah kamu botak?&#8221; tanya anak-anak itu yang kemudian membuat saya tertawa,&#8221; sambung Alifya, putri dari M. Saladin dan Nur Devita Sari.</div></p>



<p><div>&#8220;Materi ini saya angkat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Jepang mengenai hijab yang dikenakan oleh para muslimah, tentu dengan penuh komedi untuk menarik perhatian. Alhamdulillah cerita tersebut berhasil tersampaikan dan mendapat Special Prize  dari para dewan juri,&#8221; tutup Alifya.</div></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Start of a Never Ending Journey</title>
		<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/start-of-a-never-ending-journey/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2022 17:01:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[MOSA]]></category>
		<category><![CDATA[Pertukaran Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sheza]]></category>
		<category><![CDATA[Vermont]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sman-modalbangsa.sch.id/?p=9169</guid>

					<description><![CDATA[Tidak terasa sudah 2 bulan aku di Amerika Serikat, sangat banyak sekali hal-hal yang sudah aku lewati, begitu banyak pengalaman-pengalaman baru yang aku rasakan. Berada di negeri orang yang memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan Indonesia sangatlah sulit untuk dijalani. Banyak sekali pahit dan getir kehidupan yang harus aku rasakan disini. Harus membuka lembaran baru, jauh dari orangtua dan teman-teman dan menjalani kehidupan sendiri di tempat yang sangat asing. Masih terbayangkan bagaimana wajah Papa, Mama, dan adikku saat mengantarku di bandara Soekarno-Hatta waktu itu. Pada hari itu, adalah hari yang sangat berat bagi kami. Dengan perasaan yang campur aduk aku harus meninggalkan semuanya dalam waktu yang sangat lama. Sulit sekali rasanya melangkahkan kaki menjauh dari mereka. Terbesit di hatiku penyesalan dan tidak mau berangkat meninggalkan semuanya. Sulit sekali rasanya keluar dari zona nyaman yang sudah aku jalani bertahun-tahun. Saat waktu keberangkatan tiba, saat itu juga mau tidak mau harus aku lepaskan semua yang ada di Indonesia dan memulai kehidupan baru di tempat yang sangat jauh. Banyak sekali penyesuaian yang harus aku jalani seorang diri disini. Adaptasi, bukanlah suatu hal yang mudah. Berkenalan dengan orang-orang baru dengan menggunakan bahasa yang tidak biasanya kita gunakan di Indonesia. Perasaan sedih, galau, dan gelisah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak terasa sudah 2 bulan aku di Amerika Serikat, sangat banyak sekali hal-hal yang sudah aku lewati, begitu banyak pengalaman-pengalaman baru yang aku rasakan. Berada di negeri orang yang memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan Indonesia sangatlah sulit untuk dijalani.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="750" height="750" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221024_002453.png" alt="" class="wp-image-9176" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221024_002453.png 750w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221024_002453-150x150.png 150w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221024_002453-300x300.png 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></figure>



<p>Banyak sekali pahit dan getir kehidupan yang harus aku  rasakan disini. Harus membuka lembaran baru, jauh dari orangtua dan teman-teman dan menjalani kehidupan sendiri di tempat yang sangat asing.</p>



<p>Masih terbayangkan bagaimana wajah Papa, Mama, dan adikku saat mengantarku di bandara Soekarno-Hatta waktu itu. Pada hari itu, adalah hari yang sangat berat bagi kami. Dengan perasaan yang campur aduk aku harus meninggalkan semuanya dalam waktu yang sangat lama. </p>



<p>Sulit sekali rasanya melangkahkan kaki menjauh dari mereka. Terbesit di hatiku penyesalan dan tidak mau berangkat meninggalkan semuanya. Sulit sekali rasanya keluar dari zona nyaman yang sudah aku jalani bertahun-tahun. </p>



<p>Saat waktu keberangkatan tiba, saat itu juga mau tidak mau harus aku lepaskan semua yang ada di Indonesia dan memulai kehidupan baru di tempat yang sangat jauh. Banyak sekali penyesuaian yang harus aku jalani seorang diri disini. </p>



<p>Adaptasi, bukanlah suatu hal yang mudah. Berkenalan dengan orang-orang baru dengan menggunakan bahasa yang tidak biasanya kita gunakan di Indonesia. Perasaan sedih, galau, dan gelisah harus aku lalui demi masa depan yang aku mimpikan. Semua itu tergantikan dengan pengalaman yang luar biasa menakjubkan yang tidak akan aku dapatkan jika tidak berada disini.</p>



<p>Vermont, disinilah aku ditempatkan. Sebuah negara bagian Amerika Serikat yang berada di kawasan New England di Amerika Serikat Timur Laut. Dengan populasi penduduk yang tidak begitu banyak dan tidak memiliki garis pantai adalah hal yang sangat berbeda dengan Banda Aceh. Aku sampai di Vermont pada <em>Summer Season</em> (Musim Panas), tapi tetap saja suhu disini jauh lebih dingin dibandingkan Indonesia. </p>



<p>Pada musim panas, suhu tertinggi disini adalah 27 derajat celcius dan suhu terendahnya adalah 10 derajat celcius. Suhu tersebut sangat dingin bagiku yang sudah terbiasa tinggal di daerah pesisir pantai yang memiliki suhu yang sangat tinggi. </p>



<p>Saat ini Musim Panas sudah berlalu dan sudah memasuki awal <em>Fall Season</em> (Musim Gugur) dimana daun-daun di pohon berubah warna dari hijau menjadi kuning, oranye, pink, dan merah. Indah sekali pemandangan Musim Gugur disini.  Setibanya Musim Gugur, suhu disini pun turun karena Musim Salju sudah dekat! </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="567" height="567" src="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221024_002615.jpg" alt="" class="wp-image-9177" srcset="https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221024_002615.jpg 567w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221024_002615-150x150.jpg 150w, https://www.sman-modalbangsa.sch.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221024_002615-300x300.jpg 300w" sizes="(max-width: 567px) 100vw, 567px" /></figure>



<p>Vermont dikenal dengan negara bagian yang sangat dingin saat Musim Salju. Sekarang suhu yang harus aku hadapi sangat rendah, suhu tertingginya hanya 12 derajat celcius dan suhu terendah bisa sampai -2 derajat celcius. Aku sangat kesulitan dengan perubahan ini, sudah pakai baju enam lapis saja tetap kedinginan! </p>



<p>Di pagi hari, embun-embun sudah mulai membeku, terlihat di atas mobil butiran-butiran es dan aku juga mengeluarkan asap dari mulutku. Satu lagi perbedaan disini yang membuatku cukup bingung, mereka lebih sering menggunakan satuan Fahrenheit untuk mengukur suhu.</p>



<p>Aku dan keluargaku disini sedang bersiap mengumpulkan kayu yang akan digunakan untuk pemanas ruangan untuk Musim Dingin yang diperkirakan akan  datang pada bulan November. Keluarga dan teman-temanku selalu bercanda dan memperingatkanku untuk bersiap-siap menghadapi musim dingin yang suhunya mencapai -20 derajat celcius. Beberapa minggu terakhir, akhirnya aku sudah bisa menyesuaikan tubuh dengan suhu disini. </p>



<p>Orang-orang disini juga sangat baik, mereka memberikanku baju dingin, kaos kaki, dan jaket mereka. Aku bersyukur sekali ditempatkan di Vermont. Orang disini sangat ramah dan begitu perhatian. Semua orang yang aku temui disini baik-baik banget! Mereka sering banget tanyain kabarku dan mereka juga bertanya apa yang membuat Indonesia sangat berbeda dengan Vermont. Tentu saja perbedaan suhu yang sangat signifikan dan ada satu lagi, makanan disini sangat berbeda dengan apa yang kita makan di Indonesia. </p>



<p>Beradaptasi dengan makanan adalah kesulitan keduaku disini. Tidak ada orang yang makan nasi tiga kali dalam sehari disini. Keluarga Amerika tidak terbiasa dengan nasi, bahkan harga beras disini termasuk mahal dibandingkan makanan lain. </p>



<p>Menu sarapan umum disini biasanya sangat ringan hanya sereal, susu atau <em>salad</em>. Lalu makan siang hanya <em>burger, sandwich</em>, atau pizza. Kalau makan malam, biasanya <em>host momku</em> masak pasta. Aku biasanya makan nasi hanya seminggu sekali karena aku mendapat giliran masak setiap malam kamis, saat itu lah aku akan masak makanan Indonesia. Aku udah banyak masak masakan Indonesia disini, seperti nasi goreng, soto, sop ayam goreng, dan indomie. </p>



<p>Sesekali juga keluargaku mengajakku untuk makan di restoran Asia disini, aku akan sangat bahagia pada saat itu karena aku bisa melihat nasi dimana-mana. </p>



<p>Susah sekali untuk bisa membuat lidah dan perutku terbiasa dengan makanan disini. Bagaimanapun, biasanya kita hanya memakan burger, pizza, sandwich dan pasta sebagai snack atau makanan sampingan saja dan disini aku harus membiasakan diri agar cukup dengan makanan itu saja. </p>



<p>Makanan non halal juga sangat banyak disini. Orang di Vermont terkenal dengan memasak semua makanan dengan <em>ham</em> atau <em>bacon</em>. Satu yang menjadi salut saya kepada host family. Mereka berkomitmen tidak memakan makanan non halal, selama saya disini. Dan selalu menjelaskan kepada saya makanan yang saya makan, apakah halal atau tidak.</p>



<p>Itulah kisah adaptasiku yang lumayan rumit selama 2 bulan disini. </p>



<p>Manchester Center, VT, Oct 11, 2022</p>



<p>Sheza Vanisha Kalila</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>2 orang siswi MOSA ikut pertukaran pelajar ke Amerika</title>
		<link>https://www.sman-modalbangsa.sch.id/2-orang-siswi-mosa-ikut-pertukaran-pelajar-ke-amerika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2016 04:50:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[modal bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[modal bangsa aceh]]></category>
		<category><![CDATA[MOSA]]></category>
		<category><![CDATA[Pertukaran Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[YES Program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sman-modalbangsa.sch.id/?p=1714</guid>

					<description><![CDATA[SMA Negeri Modal Bangsa Aceh kembali mengirimkan 2 orang utusannya untuk mengikuti program pertukaran pelajar yang selenggarakan oleh Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program ke Amerika Serikat bersama Bina Antar Budaya. Adapun siswa yang terpilih yaitu Ceudah Hajashafira dan Intan Qanita. Dalam acara pelepasan yang digelar secara sederhana diruang guru SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, Kepala Sekolah Dr. Anwar, M.Ed., memberikan gambaran mengenai kondisi kehidupan disana dan berbagai tantangan yang akan mereka hadapi, berdasarkan pengalaman beliau selama belajar di Australia. Dalam arahan dan bimbingannya beliau menghimbau agar siswi yang mengikuti program ini tetap menjaga aqidah dan akhlak serta jangan terlena dengan kemegahan kehidupan diluar sana. Berbagai macam godaan dan cobaan akan mereka hadapi, untuk itu diharapkan para siswi ini tetap teguh dan tidak terbawa suasana serta kebiasaan orang-orang disana. Hal senada juga disampaikan oleh pembimbing dan koordinator pengajian malam Bapak Muhammad AR, beliau menekankan perlunya keteguhan iman para siswi, segala sesuatu yang meragukan diharapkan para siswi langsung berkonsultasi dan berkoordinasi baik dengan orang tua maupun dengan guru di Mosa. Ilmu dunia memang harus dikejar, tapi ilmu akhirat jangan sampai kita tinggal. Beliau juga memberikan waktu kepada siswa untuk datang berkonsultasi mengenai pelaksanaan ibadah dinegeri luar. Para siswi akan mengikuti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SMA Negeri Modal Bangsa Aceh kembali mengirimkan 2 orang utusannya untuk mengikuti program pertukaran pelajar yang selenggarakan oleh Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program ke Amerika Serikat bersama Bina Antar Budaya. Adapun siswa yang terpilih yaitu Ceudah Hajashafira dan Intan Qanita.</p>
<p>Dalam acara pelepasan yang digelar secara sederhana diruang guru SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, Kepala Sekolah Dr. Anwar, M.Ed., memberikan gambaran mengenai kondisi kehidupan disana dan berbagai tantangan yang akan mereka hadapi, berdasarkan pengalaman beliau selama belajar di Australia. Dalam arahan dan bimbingannya beliau menghimbau agar siswi yang mengikuti program ini tetap menjaga aqidah dan akhlak serta jangan terlena dengan kemegahan kehidupan diluar sana. Berbagai macam godaan dan cobaan akan mereka hadapi, untuk itu diharapkan para siswi ini tetap teguh dan tidak terbawa suasana serta kebiasaan orang-orang disana.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh pembimbing dan koordinator pengajian malam Bapak Muhammad AR, beliau menekankan perlunya keteguhan iman para siswi, segala sesuatu yang meragukan diharapkan para siswi langsung berkonsultasi dan berkoordinasi baik dengan orang tua maupun dengan guru di Mosa. Ilmu dunia memang harus dikejar, tapi ilmu akhirat jangan sampai kita tinggal. Beliau juga memberikan waktu kepada siswa untuk datang berkonsultasi mengenai pelaksanaan ibadah dinegeri luar.</p>
<p>Para siswi akan mengikuti program ini mulai tanggal 1 &#8211; 7 Agustus 2016 yaitu pembekalan di Jakarta, dan dilanjutkan pelaksanaan program di Amerika yang salah satunya bertempat di Zillah High School, Zillah Town, Washington State mulai berangkat tanggal 8 Agustus 2016 dan akan kembali pada akhir Juni 2017.</p>
<p>Semoga para siswi Mosa khususnya diberi keselamatan dan selalu dalam lindungan Allah swt, sehingga mereka bisa kembali menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri Modal Bangsa Aceh.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
