Menu
Info Sekolah
Jumat, 11 Sep 2026
  • "Sekolah Unggul Berasrama, SMAN Modal Bangsa Aceh — Peserta Didik Akan Melaksanakan Ujian Akhir Semester. Mohon Doa dan Dukungan dari Semua Pihak untuk Kelancaran dan Kesuksesan Ujian. Semangat dan Sukses untuk Seluruh Siswa!"
  • "Sekolah Unggul Berasrama, SMAN Modal Bangsa Aceh — Peserta Didik Akan Melaksanakan Ujian Akhir Semester. Mohon Doa dan Dukungan dari Semua Pihak untuk Kelancaran dan Kesuksesan Ujian. Semangat dan Sukses untuk Seluruh Siswa!"

SMA Negeri Modal Bangsa Raih Tiga Medali Emas di Ajang WYIE Malaysia 2026

Terbit : Minggu, 24 Mei 2026 - Kategori : Berita Alumni / Berita Utama / Berita Viral / Prestasi

Kuala Lumpur, Malaysia — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMA Negeri Modal Bangsa di tingkat internasional. Pada ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18–20 Mei 2026, tiga tim perwakilan SMA Negeri Modal Bangsa sukses meraih tiga medali emas melalui inovasi-inovasi kreatif yang mengangkat isu lingkungan, kesehatan, dan pemanfaatan potensi lokal Aceh.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian luar biasa sekaligus bukti nyata bahwa pelajar Aceh mampu bersaing di panggung dunia melalui kemampuan riset, kreativitas, dan semangat inovasi yang tinggi.

WYIE merupakan salah satu kompetisi inovasi dan penemuan internasional bergengsi yang diikuti oleh pelajar, mahasiswa, peneliti muda, hingga inovator dari berbagai negara. Tahun ini, ajang tersebut menghadirkan lebih dari 1.000 karya inovasi dari 17 negara, di antaranya Malaysia, Indonesia, China, Korea Selatan, Arab Saudi, Taiwan, Thailand, dan Qatar.

Di tengah persaingan yang ketat, tiga tim dari SMA Negeri Modal Bangsa berhasil menarik perhatian dewan juri internasional melalui karya-karya inovatif yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


Inovasi Peraih Medali Emas

Patchodrain: Solusi Filter Air Pascabanjir Berbasis Biomassa

Tim pertama mempersembahkan inovasi bernama Patchodrain, yaitu teknologi filter air pascabanjir berbahan biomassa limbah nilam dan arang batok kelapa.

Inovasi ini lahir dari kepedulian siswa terhadap persoalan kualitas air setelah bencana banjir yang sering terjadi di berbagai daerah. Melalui pemanfaatan bahan alami dan limbah organik yang mudah ditemukan di Aceh, tim berhasil menciptakan sistem penyaringan air yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Patchodrain dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh air yang lebih bersih dan layak digunakan setelah terjadinya bencana. Selain memiliki fungsi praktis, inovasi ini juga mendukung konsep keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah biomassa menjadi produk yang bernilai guna tinggi.


JANARA PAD: Penyerap Minyak Ramah Lingkungan Berbahan Alami Aceh

Tim kedua menghadirkan inovasi JANARA PAD, sebuah penyerap minyak biodegradable yang dibuat dari pati janeng khas Aceh, surfaktan alami lerak, dan serat eceng gondok.

Produk ini dikembangkan sebagai solusi terhadap pencemaran minyak yang sering menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Berbeda dengan bahan penyerap konvensional yang sulit terurai, JANARA PAD menggunakan material alami yang lebih aman bagi lingkungan dan dapat terdegradasi secara alami.

Pemanfaatan bahan lokal menjadi salah satu keunggulan utama inovasi ini. Selain mengangkat potensi sumber daya daerah, JANARA PAD juga menunjukkan bahwa kekayaan alam Aceh dapat diolah menjadi produk inovatif dengan nilai manfaat tinggi di tingkat internasional.


Lip Balm Bioaktif Berbasis Kearifan Lokal Aceh

Tim ketiga berhasil meraih medali emas melalui inovasi produk lip balm berbahan ekstrak jernang bioaktif dengan formulasi alami berkelanjutan yang terinspirasi dari kearifan lokal Aceh.

Produk ini dikembangkan melalui riset terhadap potensi tanaman lokal yang memiliki manfaat kesehatan dan perawatan kulit. Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan modern dan pemanfaatan bahan alami tradisional, tim berhasil menciptakan produk perawatan bibir yang aman, alami, dan bernilai inovatif tinggi.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari dewan juri karena dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk industri masa depan sekaligus memperkenalkan kekayaan hayati Aceh kepada dunia internasional.



Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Pemerintah

Kepala SMA Negeri Modal Bangsa, Misra, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang telah bekerja keras selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari dedikasi, kerja sama, dan semangat belajar yang luar biasa dari para siswa.

“Di tengah persaingan internasional yang sangat ketat, tiga tim perwakilan SMA Negeri Modal Bangsa mampu menunjukkan kualitas inovasi yang kreatif, solutif, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Ini merupakan kebanggaan besar bagi sekolah dan Aceh,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Kacabdin Aceh Besar, Ahmad Fadil, yang menyampaikan ucapan selamat atas prestasi membanggakan tersebut.

“Alhamdulillah, selamat dan sukses kepada siswa-siswi SMA Negeri Modal Bangsa yang berhasil mempersembahkan tiga medali emas di ajang WYIE Malaysia 2026 sekaligus mengharumkan nama Aceh di tingkat internasional,” katanya.


Perjuangan dan Kerja Keras Para Siswa

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses panjang yang dilalui oleh para siswa. Mulai dari penelitian, pengumpulan data, pengujian laboratorium, penyempurnaan produk, hingga latihan presentasi dilakukan secara intensif selama berbulan-bulan.

Salah satu perwakilan siswa, Nayyara Ash Shafa Fauzan, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian yang diraih bersama tim.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Seluruh proses yang kami jalani selama berbulan-bulan akhirnya terbayar dengan hasil yang membanggakan. Penghargaan ini kami persembahkan untuk Indonesia, Aceh, orang tua, guru, dan keluarga besar SMA Negeri Modal Bangsa,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan riset dan inovasi di masa mendatang.


Bukti Pelajar Aceh Mampu Bersaing di Tingkat Dunia

Wakil Kepala Bidang Humas SMA Negeri Modal Bangsa, Mawardi, menilai prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelajar Aceh memiliki potensi besar untuk bersaing secara global.

Menurutnya, inovasi yang dihasilkan siswa tidak hanya unggul dari sisi teori, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Prestasi di ajang WYIE Malaysia 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya diri membawa nama daerah serta bangsa ke tingkat internasional.

SMA Negeri Modal Bangsa berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan riset dan kreativitas siswa melalui berbagai program pembinaan, penelitian, dan kompetisi ilmiah, sehingga semakin banyak lahir inovator muda Aceh yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masa depan.


Daftar Tim dan Anggota

Tim A

  • Fayruz Chalisa Irawan
  • Muhammad Fawwaz Al Zaidan
  • Rekha Vista
  • Siti Endah Dinara
  • Tahta Zilli Arsyika
  • Muhammad Nafis Yusfa
  • Zalfa Zahiya

Tim B

  • Nayyara Ash Shafa Fauzan
  • Rezkika Giza Humaira Khaidir
  • Qafka Nafisa
  • Nadiatul Yusra
  • Najla Asheila
  • Sharliza Talita Fayha
  • Khansa Illona

Tim C

  • Nayla Kamilatun Nuha
  • Cut Fanaya Gebrina
  • Cut Faradissa Fazliyana
  • Izza Vella Fakhrain
  • Syifa Nasywah
  • Nyak Khansa Blukeih

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Pengumuman

Terbit : 2 Desember 2025
Perubahan Jadwal SPMB SMA Negeri Modal Bangsa Jalur Undangan & Prestasi Tahun 2026/2027
Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Modal Bangsa mengumumkan perubahan rangkaian jadwal pelaksanaan..
Terbit : 14 Juli 2025
Kegiatan MPLS TA 2025 / 2026
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025 telah disusun dengan berbagai kegiatan positif yang bertujuan..

Video Terbaru