Nama SMA Negeri Modal Bangsa (MOSA) kembali harum di panggung internasional. Enam siswa sekolah yang berlokasi di Aceh Besar, Aceh, itu berhasil menyabet medali emas pada ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 yang diselenggarakan di SEGi University, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, pada 20–24 September 2026.
Medali emas diraih tim riset MOSA pada kategori Applied Life Science Research setelah bersaing dengan ratusan tim lainnya dari berbagai negara. Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi sekolah dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan peserta didiknya.
Tim yang mengharumkan nama sekolah sekaligus Indonesia tersebut terdiri atas enam siswa, yaitu Aisya Faiha Zalza, Rafeyfa Afzrani, Rafi Asshidiqy, Daffa Al Hayyun, M. Khairil Fata, dan Naifa Fathin Azzahra.
Pada kategori yang diikutinya, keenam siswa mempresentasikan hasil penelitian yang dikembangkan melalui proses riset. Kategori Applied Life Science Research menuntut peserta mengembangkan gagasan berbasis penelitian, membangun argumentasi ilmiah yang runtut, serta menyampaikan hasilnya secara sistematis di hadapan panel penilai.
WICE 2026 mempertemukan sebanyak 517 tim peserta dari berbagai belahan dunia. Dari jumlah tersebut, 274 tim berkompetisi secara daring, sementara 243 tim lainnya tampil secara luring di lokasi penyelenggaraan.
Peserta ajang ini datang dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, China, Hong Kong, Thailand, Meksiko, Korea Selatan, Vietnam, Turki, Kanada, dan Uni Emirat Arab. Bersaing di forum sebesar ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa MOSA, bukan hanya untuk menguji gagasan, tetapi juga untuk berinteraksi dan bertukar pengalaman akademik dengan sesama pelajar lintas negara.
Capaian di Malaysia ini melanjutkan jejak baik riset siswa MOSA di ajang internasional. Belum lama ini, tim riset sekolah juga membawa pulang medali perak pada World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026 melalui inovasi PhytoSense.
Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa ruang pengembangan riset yang dibuka sekolah mulai membuahkan hasil nyata. Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga dilatih meneliti, mencipta, hingga membawakan karyanya di kompetisi kelas dunia.
Kepala SMAN Modal Bangsa, Dr. Sofyan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang diraih tim riset sekolah. Menurut beliau, medali emas tersebut merupakan buah dari pembiasaan riset dan inovasi yang terus dibangun di lingkungan SMAN Modal Bangsa.
Beliau berharap keberhasilan ini menjadi pemicu semangat bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan ide dan inovasi, serta berani tampil pada kompetisi akademik tingkat nasional maupun internasional. “Sekolah Para Juara” bukan sekadar julukan, melainkan target yang terus dijaga bersama oleh seluruh warga sekolah.
Ke depan, SMAN Modal Bangsa berkomitmen terus memberikan ruang pengembangan bagi peserta didiknya, agar semakin banyak karya siswa yang lahir dari Aceh dan diperhitungkan di panggung dunia. Baroeh nyang jeut keu juara.
Tinggalkan Komentar