Menu
Info Sekolah
Senin, 12 Okt 2026
  • "Sekolah Unggul Berasrama, SMAN Modal Bangsa Aceh — Peserta Didik Akan Melaksanakan Ujian Akhir Semester. Mohon Doa dan Dukungan dari Semua Pihak untuk Kelancaran dan Kesuksesan Ujian. Semangat dan Sukses untuk Seluruh Siswa!"
  • "Sekolah Unggul Berasrama, SMAN Modal Bangsa Aceh — Peserta Didik Akan Melaksanakan Ujian Akhir Semester. Mohon Doa dan Dukungan dari Semua Pihak untuk Kelancaran dan Kesuksesan Ujian. Semangat dan Sukses untuk Seluruh Siswa!"

Alqia Afra Humaira, Juara 1 Cipta Puisi Festival Literasi Aceh

Terbit : Senin, 12 Oktober 2026 - Kategori : Prestasi

Di antara ribuan karya sastra yang dipresentasikan di Festival Literasi Aceh #1, ada satu suara yang berhasil membuat dewan juri berhenti menatap. Suaranya tidak lantang, melainkan tenang. Namanya Alqia Afra Humaira, siswa SMAN Modal Bangsa, dan yang ia bawakan bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah puisi yang berhasil menembus babak finalis terbaik hingga menyabet predikat Juara 1 Cabang Cipta Puisi (Cipta Puisi).

Penghargaan ini diraih pada 3 Oktober 2026 di Gedung Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, dalam rangka penyelenggaraan Festival Literasi Aceh edisi pertama. Alqia menjadi satu-satunya perwakilan dari SMAN Modal Bangsa yang berhasil membawa pulang gelar tertinggi di cabang cipta puisi.

Saat Kata-Kata Berbicara Lebih Tegas dari Suara

Cipta puisi adalah salah satu cabang paling berat di festival literasi. Peserta tidak cukup hanya membaca, mereka harus menulis puisinya sendiri, membawakan dengan penghayatan, dan mampu menjelaskan alasan di balik pilihan kata dan struktur yang mereka bangun. Dewan juri menilai tiga hal sekaligus: kekuatan bahasa, kedalaman makna, dan kemampuan pembawaan di panggung.

Bagi Alqia, proses menuju panggung itu bukan hal yang ringan. Di balik satu juara, ada banyak naskah yang ditulis ulang, banyak baris yang dihapus, dan banyak malam yang dihabiskan hanya untuk mencari satu kata yang pas. Puisi bukan sesuatu yang bisa dikejar. Ia datang saat seseorang benar-benar diam dan mendengarkan. Dan di situlah Alqia bekerja: ia membiarkan puisinya tumbuh, bukan dipaksakan.

Kemampuan menulis seperti ini jarang terlihat di kelas. Sering kali, siswa pandai menjawab soal, tetapi masih kesulitan merangkai satu paragraf yang utuh, apalagi sebuah puisi yang bisa berdiri sendiri. Di sinilah letak prestise Alqia: ia membuktikan bahwa literasi di SMAN Modal Bangsa tidak berhenti di ruang belajar. Ia hidup, tumbuh, dan akhirnya bisa dipresentasikan di tingkat provinsi.

Perjalanan dari Kelas ke Pendopo Gubernur

Festival Literasi Aceh #1 bukan kompetisi kecil. Ia adalah penyelenggaraan pertama di tingkat provinsi, yang artinya seluruh peserta datang dari berbagai sekolah se-Aceh dengan persiapan dan kualitas karya yang beragam. Membawa nama satu sekolah ke panggung sebesar ini butuh kepercayaan yang tidak datang dengan sendirinya.

Alqia mewakili SMAN Modal Bangsa di tengah persaingan yang ketat. Ia melewati seleksi di tingkat sekolah, kemudian mewakili Aceh di panggung provinsi yang lebih besar. Setiap tahap mengharuskan dia memperdalam karyanya, memperbagi presentasi, dan tetap menjaga konsistensi di tengah jadwal sekolah yang padat. Perhitungan yang ia kerjakan tidak hanya soal bakat, tetapi juga kedisiplinan dalam mengelola waktu antara tugas akademik dan proses berkarya.

Ini bukan kali pertama SMAN Modal Bangsa mengukir prestasi di bidang seni dan literasi. Namun capaian Alqia di festival edisi perdana ini memiliki makna khusus: ia menjadi salah satu nama pertama yang tercatat sebagai juara di panggung besar yang baru dibangun. Nama yang tercatat di awal sebuah tradisi biasanya bertahan lama.

Apresiasi Kepala Sekolah

Kepala SMAN Modal Bangsa, Dr. Sofyan, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas raihan Alqia:

“Kami bangga dengan pencapaian Alqia. Juara 1 Cipta Puisi di Festival Literasi Aceh adalah bukti bahwa pembinaan sastra di sekolah berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan karya yang bisa bersaing di tingkat provinsi. Alqia adalah teladan bahwa literasi bukan sekadar membaca, melainkan juga berkarya dan menyampaikan pesan melalui kata-kata. Semoga prestasi ini menginspirasi siswa lain untuk berani menulis dan tampil.”

Lebih dari sekadar gelar, Dr. Sofyan menekankan bahwa kemenangan Alqia adalah kemenangan untuk budaya membaca dan menulis di Aceh secara lebih luas. Ia berharap siswa-siswa sekolah tidak berhenti pada pencapaian ini, melainkan terus mengasah kemampuan menulis agar bisa berprestasi di tingkat nasional.

Pesan untuk Generasi Penuh Kata

Prestasi Alqia membawa pesan penting untuk seluruh siswa SMAN Modal Bangsa: suara mereka bisa lebih keras jika mereka mau melatih diri untuk menulis. Setiap kata yang dipilih dengan jujur dan berani akan punya tempat di telinga pendengar, bahkan di panggung sekelas Pendopo Gubernur.

Festival Literasi Aceh #1 membuka pintu. Nama Alqia tercatat di salah satu yang pertama. Untuk siswa-siswi yang masih ragu atau merasa kata-katanya belum cukup, inilah buktinya: di antara ribuan karya, satu yang paling jujur dan paling berani akan selalu punya tempat di hati juri.

Untuk Alqia Afra Humaira: terima kasih sudah membuat kata-kata berbicara lebih keras dari keraguan. Semoga gelar Juara 1 ini menjadi awal dari panjangnya karya dan prestasi yang akan datang.

Sekolah Para Juara. Cerdas dan Berakhlak. Raising Excellence.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pengumuman

Terbit : 2 Desember 2025
Perubahan Jadwal SPMB SMA Negeri Modal Bangsa Jalur Undangan & Prestasi Tahun 2026/2027
Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Modal Bangsa mengumumkan perubahan rangkaian jadwal pelaksanaan..
Terbit : 14 Juli 2025
Kegiatan MPLS TA 2025 / 2026
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025 telah disusun dengan berbagai kegiatan positif yang bertujuan..

Video Terbaru